Ada yang sering melihat atau berpapasan dengan kereta-kereta KRD warna hijau di Surabaya dan sekitarnya? Saya bukan penduduk Surabaya sih, tapi beberapa kali mengalami bersilang dengan KRD saat naik KA Lokal Penataran atau saat naik KA Ranggajati dan KA Wijayakusuma. Sebagai penyuka kereta, saya penasaran sekali seperti apa rasanya naik KRD. Apakah sama dengan naik kereta biasa? Ataukah mirip naik KRL?
Kalian sudah pernah mencoba, belum? Kalau belum, jika sedang berada di Surabaya, saya rekomendasikan healing ala-ala dengan nge-trip pendek naik kereta-kereta tersebut.
Nah, setelah sekian lama kepo rasanya naik KRD, akhirnya Sabtu, 2 Juli 2022 kemarin, saya keturutan mencoba yang tujuan Stasiun Indro, Gresik. Tidak ada alasan khusus dengan pilihan rutenya, karena saya memang murni ingin mencoba KRD-nya, bukan karena ingin pergi ke suatu tempat.
Fyi, di DaOp 8 Surabaya, ada beberapa rute KRD yang bisa kalian eksplorasi. Ada yang menuju Lamongan, ada tujuan Mojokerto, ada tujuan Bangil, dan beberapa rute pendek lainnya. Nah, yang saya naiki adalah KRD Komuter relasi Sidoarjo-Indro. Rute ini tergolong baru, karena sebelumnya Stasiun Indro berstatus tidak aktif.
Jadwal Kereta KRD Komuter Sidoarjo-Indro
Setiap harinya, ada tiga jadwal keberangkatan untuk rute Sidoarjo-Indro dan tiga keberangkatan untuk rute Indro-Sidoarjo. Kalian bisa mengecek jadwal keberangkatan secara lebih detail di aplikasi KAI Access ya.
Stasiun Perhentian Kereta KRD Komuter Sidoarjo-Indro
Dalam perjalanan, kereta KRD Komuter Sidoarjo-Indro singgah di sembilan stasiun, yaitu Sidoarjo, Gedangan, Waru, Wonokromo, Surabaya Gubeng, Surabaya Pasar Turi, Tandes, Kandangan, dan Indro.
![]() |
| Stasiun Indro, Gresik. Unik, soalnya masuknya dari arah samping stasiun. |
Rekomendasi Wisata Sekitar Stasiun Indro, Gresik
Karena tujuan awal saya hanyalah merasakan naik KRD-nya, jadi saya sengaja mengatur waktu yang mepet. Saya sampai di Stasiun Indro pukul 7.21, dan kembali lagi ke Surabaya dengan kereta yang sama pukul 8.45, jadi praktis saya hanya punya waktu tidak sampai satu setengah jam. Dengan waktu yang singkat itu, saya memutuskan untuk berkeliling di sekitaran Stasiun Indro saja.
![]() |
| Gang terdekat dengan Stasiun Indro, membelah pemakaman dan perkampungan warga |
Sayangnya, memang tidak banyak yang bisa dilakukan karena Stasiun Indro pada dasarnya terletak di kawasan industri. Ada perkampungan warga dan beberapa warung makan sederhana di sekitar stasiun, tapi saya memutuskan untuk keluar ke jalan raya, sekitar tiga ratus meter dari stasiun, lalu nongkrong makan PopMie di sebuah Alfamart. Nah, kalau kalian punya banyak waktu, kalian bisa melanjutkan perjalanan ke sekitar Alun-Alun Gresik dengan naik ojek online dari Stasiun Indro.
Review Naik Kereta KRD Komuter Sidoarjo-Indro
Saat saya naik dari Stasiun Surabaya Gubeng, hanya ada segelintir penumpang. Di kereta yang saya tempati, kereta nomor 4, bahkan hanya ada enam atau tujuh penumpang. Mungkin karena akhir pekan dan terhitung masih pagi, jadi tidak banyak orang bepergian. Dan juga karena penumpangnya sedikit, AC-nya pun jadi terasa sangat dingin, sampai jari-jari saya kaku dan susah memencet layar ponsel. Hahaha.
![]() |
| Dingin pol! |
Dalam perjalanan kembali ke Surabaya, kondisi kereta berbanding terbalik dengan saat saya berangkat. Rangkaian kereta penuh dengan penumpang ibu-ibu dan bapak-bapak bersama anak-anak yang ternyata juga sedang jalan-jalan. Hahaha. Dari hasil obrolan dengan beberapa penumpang, ternyata banyak juga di antaranya yang baru pertama kali naik kereta dan memilih KRD Komuter sebagai pilihan karena tarifnya yang sangat ekonomis, yaitu lima ribu Rupiah.
Asli, melihat wajah sumringah orang-orang, saya jadi ikutan senang.
Secara umum, naik KRD Komuter Sidoarjo-Indro sangat menyenangkan sih. Kenampakan alamnya juga bervariasi. Mulai Sidoarjo sampai Surabaya, ada pemandangan tipikal perkotaan dengan gedung-gedung tinggi. Kemudian di sekitar Stasiun Kandangan, kita akan menjumpai persawahan. Mendekati Stasiun Indro, kita disuguhi kebun pisang dan area pabrik. Di sekitaran Stasiun Surabaya Pasar Turi, kita juga akan menjumpai sebuah pasar (cmiiw) yang barang dagangannya digelar sangat mepet dengan rel kereta, jadi tidak perlu jauh-jauh ke Maeklong, Thailand. Hahaha.
Oh, ya. Satu lagi. Waktu melewati Tugu Pahlawan Surabaya, vibe-nya sebelas-dua belas lho dengan naik KRL melewati Stasiun Gambir dengan pemandangan Monumen Nasional (Monas) di Jakarta. Ciyus. Untuk mengabadikan pemandangan ini, kalau kalian dalam perjalanan arah Indro, silakan ambil tempat duduk di sebelah kiri kereta. Kalau kalian dalam perjalanan dari Indro menuju Sidoarjo, duduklah di kursi sebelah kanan dan siapkan kamera sesaat setelah meninggalkan Stasiun Surabaya Pasar Turi. Tiket KRD Komuter Sidoarjo-Indro adalah tiket tanpa nomor kursi ya, jadi kalian bisa memilih duduk di kursi mana pun kalau datang lebih awal.
Overall, jalan-jalan singkat naik KRD Komuter Sidoarjo-Indro ini sangat layak dicoba.









0 Comments