Sinopsis A Round Trip to Love, Movie vs Novel (Bagian 1)



Sekitar bulan November tahun lalu, untuk pertama kalinya dalam hidup saya menonton film bertema boys’ love. Awalnya saya ngobrol dengan teman di grup Facebook, membicarakan film, dan sambil lalu saya berkata saya ingin nonton film atau baca buku yang kisahnya kurang-lebih bercerita tentang seseorang-yang-jadi-jahat-karena-tersakiti atau yang semacamnya. Ceritanya, saya waktu itu lagi semangat nulis novel yang tokoh-utamanya-jadi-jahat-karena-tersakiti dan saya butuh referensi sebanyak mungkin untuk mempelajari bagaimana seseorang bisa menjadi begitu jahat, resentful, being a bitter person... because of unjust treatment.
Singkat kata, teman saya ini lalu memberikan rekomendasi sebuah film yang—dia bilang—bagus, tapi tidak lupa dia juga mewanti-wanti saya karena temanya BL alias kisah cinta para homoseksual sementara saya bukan termasuk Fujoshi.
Well, lebih tepatnya, saya bukan fujo tapi nggak homophobia juga. Selama ceritanya bagus dan emosinya “dapet”, saya akan nonton. Sexual orientation doesn’t matter.
So, as an early warning, if BL story isn’t your cup of tea, I recommend you not to continue reading this post.
Saya sendiri kalau ditanya tentang gimana rasanya nonton film bertema BL... gimana ya... sedikit risi pada awalnya, tapi film rekomendasi teman saya ini ternyata OKE PUNYA! Dengan aktor-aktor imut-ganteng, akting ciamik, OST yahud, dan visualisasi yang keren, saya berhasil menyingkirkan rasa risi itu dan bahkan lanjut ke tahap ngepoin nama aktor-aktornya sampai download OST-nya juga—dan membaca terjemahan novel aslinya di sini!
Nah, film bertema BL pertama yang berhasil memancing ketertarikan saya itu adalah sebuah film asal Tiongkok berjudul A Round Trip to Love(judul aslinya 双程) yang diadaptasi dari novel populer karangan Lan Lin (蓝淋) dengan judul sama. Ngomong-ngomong, sori, saya buta bahasa Mandarin—saya cuma tau wo ai ni—jadi mungkin nanti nggak bakal sering nulis Hanzi-nya ya.

Gosh, the upper-right guy is so adorable. (image source)


Karena saya sudah baca novelnya mulai Volume 1 sampai Volume 3, saya akhirnya paham betul cerita aslinya, dan ya... seperti film adaptasi lainnya, ada banyak perbedaan dan modifikasi. Di postingan ini, saya akan menuliskan apa saja perbedaan mendasar antara novel dan versi film dari A Round Trip to Love.
Kalau kamu belum pernah nonton film-nya, nonton dulu ya. Kamu nggak akan ngerti isi postingan saya ini kalau belum nonton.

Tentang Sekolah
Di versi film, Lu Feng () dan Cheng Yi Chen (程亦)—saya akan menyebutnya Xiao Chen—diceritakan menempati kamar asrama yang sama di sebuah universitas (saya asumsikan begitu, karena ada adegan yang mengindikasikan Xiao Chen belajar arsitektur. CMIIW). Lu Feng menempati tempat tidur atas, sementara Xiao Chen menempati tempat tidur bawah,
Di novel, kisah Lu Feng dan Xiao Chen bermula di SMA. Mereka menempati kamar asrama yang sama, Xiao Chen di tempat tidur atas dan Lu Feng di tempat tidur bawah. Lu Feng blasteran Amerika-Tiongkok dan berusia delapan belas tahun, empat tahun lebih tua dari Xiao Chen, tapi mereka satu angkatan karena Xiao Chen sangat pintar dan pernah beberapa kali lompat kelas.

Tentang Perpisahan Pertama Lu Feng-Xiao Chen
Di film, setelah hubungan Lu Feng dan Xiao Chen diketahui oleh sekolah, Lu Feng akhirnya dikirim ke Hong Kong oleh ayahnya, sementara Xiao Chen melanjutkan sekolah di sekolah lama, dengan menerima berbagai hujatan dan cibiran dari seluruh penghuni sekolah.
Ada juga adegan ketika Xiao Chen dipanggil pihak sekolah untuk menerima hukuman, seorang gadis bernama Zhuo Lan muncul dan membantu Xiao Chen mengindar dari hukuman dengan memanfaatkan kakuasaan ayahnya.
Well, Zhuo Lan kurang-lebih sama kaya dengan Lu Feng dan punya keluarga yang berkuasa juga di kota tersebut.
Di novel, ceritanya lebih kompleks. Lu Feng dikirim ke Amerika, bukan ke Hong Kong. Pada rentang waktu sebelum mereka dibawa pulang paksa dari asrama setelah ketahuan sedang berpelukan-berciuman di taman pun, Lu Feng sempat mengajak Xiao Chen keluar dan nongkrong di sebuah bar untuk menenangkan diri sejenak. Lu Feng bahkan minum bir dan selanjutnya terlibat perkelahian dengan seorang siswa berandal dari sekolah sebelah. Penyebabnya, siswa tersebut mengolok-olok hubungan Lu Feng-Xiao Chen dan bahkan mencoba “melecehkan” Xiao Chen—you know what I mean.
Lu Feng yang marah melihat Xiao Chen diperlakukan seperti itu langsung menyerang si berandal dengan sebuah botol bir yang sebelumnya sudah ia pecahkan. Botol pecah itu bersarang di perut si berandal dan membuat Lu Feng (seharusnya) berurusan dengan hukum. Akan tetapi, keluarga Lu diceritakan sebagai keluarga yang sangat berkuasa sehingga Lu Feng bisa “bebas” dari hukuman pidana.
Di novel, pada saat itu, belum ada Zhuo Lan. Zhuo Lan akan menjadi teman kuliah Xiao Chen nantinya.

Tentang Hari Keberangkatan Lu Feng ke Luar Negeri
Di film, Xiao Chen bertemu dengan kakak perempuan Lu Feng, bernama Lu Yu, yang memintanya untuk pergi ke bandara menemui Lu Feng sebelum pemuda itu pergi ke Hong Kong. Akan tetapi, Xiao Chen tidak pergi ke bandara dan hanya memacu sepedanya sambil berteriak frustrasi.
Di novel, boro-boro bertemu dengan Lu Yu, Xiao Chen malah dikurung di kamar oleh orang tuanya, dikunci dari luar dan tidak bisa ke mana-mana. Pada hari keberangkatan Lu Feng ke Amerika, Xiao Chen merengek pada adiknya untuk dibukakan pintu kamar supaya ia bisa menemui Lu Feng di bandara meskipun hanya sebentar.
Pada awalnya, si adik tidak mengabulkan permohonan Xiao Chen tapi Xiao Chen terus merengek, menangis, dan berlutut di depan adiknya memohon untuk dibukakan pintu. Xiao Chen juga memohon untuk dipinjami uang agar bisa naik taksi ke bandara. Si adik—merasa marah, tapi juga tidak tega—pada akhirnya melempar dompetnya ke Xiao Chen.
Sampai di bandara, Xiao Chen melempar semua uang yang ada di dompet adiknya kepada sopir taksi dan bergegas ingin menemui Lu Feng. Tapi sayangnya, semua sudah terlambat. Pesawat yang ditumpangi Lu Feng sudah lepas landas.

Tentang Cinta Segitiga Cheng Bersaudara dengan Qin Lang
Satu hal yang perlu dipahami adalah fakta bahwa Xiao Chen punya seorang adik laki-laki bernama Cheng Yi Chen (程亦). Yep, betul. Xiao Chen dan adiknya punya nama yang sama jika diucapkan (that’s why I call the older Yi Chen as Xiao Chen to avoid confusion). Tapi kalau kamu jeli, kamu bisa melihat bahwa karakter Hanzi “Chen” pada nama Xiao Chen berbeda dengan karakter “Chen” pada nama si adik.
Gosh, bahasa Mandarin memang sesuatu! T_T
Oke, abaikan saya. Pokoknya nama Xiao Chen dan adiknya sama-sama “Cheng Yi Chen” jika diucapkan meskipun tulisannya beda. Mereka juga punya wajah dan perawakan yang sangat mirip.
Nah, di film, cerita melompat ke masa lima tahun kemudian. Xiao Chen minum-minum di sebuah bar tempat adiknya bekerja, lalu dalam keadaan setengah mabuk nyaris terlibat you-know-what dengan seorang pemuda bernama Qin Lang. Dan ternyata, Qin Lang ini adalah seseorang yang dekat dengan Yi Chen (si adik). Iya, gitu doang.
Di novel, lagi-lagi ceritanya jauh lebih kompleks. Momen perkenalan Xiao Chen dengan Qin Lang terjadi ketika Xiao Chen berada di tahun terakhir masa kuliah. Cerita awalnya, Xiao Chen melihat di sebuah surat kabar bahwa Lu Feng bertunangan dengan putri seorang pengusaha kaya.
Well, jangan heran kenapa Lu Feng ada di surat kabar. Seperti yang sudah saya bilang, keluarga Lu adalah keluarga yang sangat terpandang.
Mengetahui seseorang yang ditunggunya selama lima-enam tahun telah kembali ke Tiongkok untuk bertunangan dengan seorang wanita, Xiao Chen merasa frustrasi dan akhirnya minum-minum di bar. Dalam keadaan setengah sadar akibat pengaruh alkohol, ada beberapa orang yang mendekati Xiao Chen dan mencoba berbuat tidak senonoh. Xiao Chen pun tidak sanggup melawan, ia cuma bisa meminta tolong,
Dalam keadaan tidak berdaya itu, seorang pemuda tiba-tiba datang mendekat, menyapanya dengan panggilan “Yi Chen”, dan mengusir beberapa orang yang berniat tidak senonoh tadi.
Tanpa memikirkan bagaimana pemuda itu bisa tahu namanya, Xiao Chen menerima kebaikan pemuda itu dan pada pertemuan kedua di bar yang sama, mereka berkenalan. Pemuda baik hati itu ternyata bernama Qin Lang ().
Pada pertemuan yang kesekian kalinya, Qin Lang kembali mendapati Xiao Chen mabuk—masih karena Lu Feng. Qin Lang mengantarnya pulang... and then they had sex inside the car. Setelah kejadian itu, singkat kata, Qin Lang dan Xiao Chen akhirnya menjalin hubungan.
Di mata Xiao Chen, Qin Lang sangat baik. Pemuda itu memperlakukannya dengan baik, dengan cepat mengerti apa saja yang ia sukai. Xiao Chen sendiri bertekad akan melupakan Lu Feng. Sampai suatu ketika, satu hari setelah hari ulang tahun Qin Lang, semuanya berubah.
Pagi itu, Xiao Chen mengunjungi apartemen Yi Chen, membawakan dua kaleng biskuit untuk sang adik sebagai permintaan maaf karena malam sebelumnya ia pergi tanpa pamit.
Padahal tadi malamnya, Xiao Chen menemani Qin Lang yang mabuk... and they ended up having sex again. (I’m sorry, I can’t say that kind of sentence in my mother tongue. Hahaha.)
Sampai di depan pintu apartemen Yi Chen, Xiao Chen mendengar suara dua orang yang sedang bertengkar—Yi Chen dan Qin Lang. Sambil bertanya-tanya dalam hati apa yang sedang dilakukan Qin Lang di apartemen adiknya, Xiao Chen menguping pembicaraan itu dan pada akhirnya mengetahui fakta bahwa ternyata selama ini orang yang disukai Qin Lang bukanlah dirinya, melainkan Yi Chen. Ketika mereka melakukan you-know-what pun, nama yang diucapkan Qin Lang ternyata adalah “Yi Chen” yang merujuk pada nama Cheng Yi Chen (程亦) si adik, bukan “Yi Chen” pada nama Xiao Chen: Cheng Yi Chen (程亦).
Qin Lang, you bastard! T_T
Usut punya usut, ternyata, pada pertemuan pertama mereka di bar, Qin Lang salah mengira Xiao Chen sebagai Yi Chen karena mereka punya wajah yang sangat mirip. Xiao Chen bahkan mengangkat kepalanya ketika Qin Lang memanggilnya “Yi Chen”, jadi, yah, maklum saja kalau Qin Lang salah mengenali orang.
Intinya, di versi film, Qin Lang dan Xiao Chen cuma sebatas (nyaris) grepe-grepe, sementara di novel, mereka sudah sempat menjalin hubungan selama beberapa waktu. Yi Chen pun dengan sengaja menolak Qin Lang supaya pemuda itu bisa bersama dengan kakaknya.

***

Sigh...
Postingan ini ternyata jauh lebih panjang dari yang saya duga. Semoga kalian nggak bingung baca tulisan ini. Kalau ada yang bingung, silakan bertanya di kolom komentar.
Saya tunggu tanggapan kalian ya... Nanti kalau ada waktu, saya akan lanjutkan membahas perbedaan-perbedaan lainnya antara novel dan versi film dari A Round Trip to Love ini di postingan bagian dua.
See you!

Komentar

  1. Suka jadi pengen baca novelnya semangat..

    BalasHapus
  2. Suka jadi pengen baca novelnya semangat..

    BalasHapus
  3. Kalau mau baca novel terjemahan a round trip to love yg english version dimana ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Volume 1 (Long Way Home) bisa dibaca di acupofmemory.blogspot.com, tapi belum lengkap. Baru ada chapter 1 sampai chapter 10 dari total 43 chapters. Volume 2 (Way of Difference/Different Ways) dan volume 3 (If) bisa dibaca di shaoyelovebl.blogspot.com, tapi kayaknya bentar lagi volume 2-nya bakal rilis juga di bltranslation.blogspot.com oleh translator lain. Volume 6 ada di Wattpad ShaoYeLoveBL dengan judul "Guest Room," tapi juga belum lengkap. Volume 4 dan volume 5 (tentang Qin Lang-Yi Chen) setahuku belum pernah ada yang translate.

      Hapus


  4. Ka. Kalo film nya, ada berapa season?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setahuku cuma dua season... Ada sih selentingan yang bilang katanya mau ada season 3, tapi nggak bisa dipastikan kebenarannya juga karena denger-denger lagi ada masalah antara agensinya Gao Taiyu (aktor yang peran jadi Lu Feng) dengan perusahaan yang bikin ARTTL movie.

      Hapus
  5. Kalo mo beli novelnya dmana thor?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mau beli yang Chinese version? :D

      Hapus
    2. Versi china bisa beli dimana ya mb

      Hapus
    3. Coba tanya ke Instagram @shao_ye12. Setahuku dia pernah beli novel aslinya.

      Hapus
  6. Dan kalau mau novel translate ingrisnya yang full beli dimana ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak ada kalau beli. Translator yang bertebaran di internet ini sukarela aja.

      Hapus
  7. Baca dimana novelnya admin. Saya juga mw baca. Tolong kasih tw dimana dpt novelnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Volume 1 (Long Way Home) bisa dibaca di acupofmemory.blogspot.com, tapi belum lengkap. Baru ada chapter 1 sampai chapter 10 dari total 43 chapters. Volume 2 (Way of Difference/Different Ways) dan volume 3 (If) bisa dibaca di shaoyelovebl.blogspot.com, tapi kayaknya bentar lagi volume 2-nya bakal rilis juga di bltranslation.blogspot.com oleh translator lain. Volume 6 ada di Wattpad ShaoYeLoveBL dengan judul "Guest Room," tapi juga belum lengkap. Volume 4 dan volume 5 (tentang Qin Lang-Yi Chen) setahuku belum pernah ada yang translate.

      Hapus
    2. Oh, sekarang ShaoYeLoveBL mulai translate Volume 4.

      Hapus
  8. beli novelnya dimana? indo vers nya adakah? please infonya dong, pengen bgt baca novelnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setahuku belum pernah ada yang translate ke bahasa Indonesia. Ada sih satu orang di Wattpad, tapi sebagai penutur asli bahasa Indonesia, menurutku hasil terjemahan punya dia terlalu--maaf--kacau.

      Hapus
    2. Saya sempat kepikiran untuk translate ke bahasa Indonesia, tapi terlalu banyak scene you-know-what. Saya nggak kuat. Lol.

      Hapus
  9. Kak nama pemeran aslinya siapa sih? Drintdi nyari gk dapet mulu:v

    BalasHapus
  10. Kak nama pemeran aslinya siapa sih? Drintdi nyari gk dapet mulu:v

    BalasHapus
  11. Mau tanya dong. Untu season 3. Inti ceritanya gmn. Endingnya gmn. Soalnya di season 2. Ceritanya gantung

    BalasHapus
    Balasan
    1. MAU TANYA ,,DULU EMANG ADA UNTUK SEASON 3 JIKA KAPAN DI RILISNYA.////?????

      Hapus
    2. Anonim, ceritanya cukup kompleks sih. Di novel aslinya, nggak ada adegan LF kecelakaan heli. Dan yang nembak XC bukan Yi Chen, tapi Zhuo Lan (yup, "mantan" istrinya XC). Di buku ketiga, ceritanya tentang kehidupan XC-LF setelah XC sadar dari koma selama setahun.

      Hapus
    3. Handoyo Budhi, nggak ada season 3.

      Hapus
    4. ok thanks you,,for informasion...

      Hapus
  12. baca novel bhs indo dimana k? terus klo ada novel yg ada gambarnya 😅

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cek komentar-komentar saya di atas ya. Dan kalau mau yang ada gambarnya, bisa baca versi komiknya ARTTL di website kuaikanmanhua.com. Cuman belum ada terjemahannya.

      Hapus
  13. Kyaknya bgus,,,,,,teruskan bgian 2 y ka?????

    BalasHapus

Posting Komentar