A Little Story of #WomenOfWorth 2014



Sekitar satu minggu yang lalu, sebuah paket kecil datang ke rumah, diantar seorang pria yang ternyata adalah petugas JNE. Isinya adalah bingkisan produk L’Oreal Paris, sebagai apresiasi atas keikutsertaan ibu saya dalam kontes Women of Worth yang diadakan bulan November tahun lalu.

Eh, rasanya kayak udah lama banget kalo ngomongnya ‘tahun lalu’, hahaha!

Paket dari L'Oreal Paris. Thanks. :)
Ngomong-ngomong, adakah yang belum tahu apa pun tentang kontes Women of Worth? You should click here, then.

Singkatnya—sesuai dengan uraian yang ada di website,

L’OrĂ©al Paris mempersembahkan "WOMEN OF WORTH", program khusus untuk memberdayakan wanita di mana pun dia berada. Program ini diharapkan dapat mendorong wanita di seluruh penjuru dunia, khususnya di Indonesia, untuk dapat mengenali besarnya kontribusi mereka dalam keluarga, lingkungan sekitar maupun masyarakat luas.

Program ini bertujuan untuk memberikan penghargaan kepada wanita-wanita perkasa dalam kehidupan kita. Wanita tersebut bisa siapa saja. Ibu kita, teman kita, kolega kerja kita, kakak kita, pengasuh kita, atau bahkan diri kita sendiri.

Nominasikanlah wanita yang Anda anggap telah memberikan inspirasi yang besar bagi Anda dan juga bagi lingkungan sekitar Anda. Wanita yang dalam kerendahan hatinya dapat membawa perubahan positif terhadap dirinya, keluarganya, lingkungannya, atau bahkan seluruh wanita di Indonesia.

Nah, dari sekian ribu nominasi yang masuk, ternyata ibu saya terpilih menjadi satu dari dua puluh finalis. Saya bahkan masih ingat suasana ketika saya melihat pengumuman itu keluar—waktu itu sudah lewat tengah malam, dan saya masih sibuk ngerjain tugas. Mendadak saya iseng ngeklik website L’Oreal Paris dan ternyata pengumuman finalisnya sudah terpampang di bagian paling depan. Sempat syok juga sih sebetulnya, mengingat waktu ngedaftarin ibu saya di kontes itu, saya nggak punya pretensi atau ambisi apa pun untuk menangin hadiahnya. Satu-satunya yang mendorong saya untuk ngedaftarin ibu saya adalah keyakinan bahwa semua perjuangan yang dilakukan beliau selama ini pantas diberi apresiasi yang bukan cuma sekadar ucapan terima kasih.

Siang harinya, setelah pengumuman finalis dirilis, saya sempat kirim sms ke ibu saya untuk nanyain apakah beliau udah dapet telepon dari Jakarta. Waktu itu saya berharap, pihak L’Oreal Paris sudah menghubungi ibu saya—tapi ternyata belum, sehingga ibu saya malah bingung dan balik nanya macem-macem ke saya tentang telepon-dari-Jakarta yang saya maksud itu.

Saya sempat kelabakan juga, karena sebetulnya saya ingin telepon-dari-Jakarta itu menjadi sebuah kejutan. Tapi ya nggak masalah sih, toh kabar dari saya udah bikin beliau terkejut. Hahaha.

Waktu pertama saya lihat info tentang kontes Women of Worth ini, saya nggak berpikir dua kali untuk ngedaftarin ibu saya—apalagi pendaftarannya tanpa biaya. Kolom-kolom yang disediakan di sana juga sama sekali nggak sulit untuk diisi. Kalau saya nggak salah ingat, awalnya kita diminta untuk ngisi identitas orang yang kita nominasikan—nama, tempat dan tanggal lahir, alamat, nomor telepon—lalu pada bagian berikutnya kita diminta menuliskan semacam esai pendek yang menceritakan tentang profil orang yang kita nominasikan dan kenapa orang tersebut pantas menerima penghargaan Women of Worth.

Dan apa yang saya tulis tentang ibu saya bisa kalian baca di sini. Atau… bolehlah saya tuliskan sekalian. Monggo.

Endang Setyowati

Wanita 42 tahun ini selain menjalani peran sebagai ibu rumah tangga, juga merupakan seorang wirausahawan dan aktivis masyarakat. Ia memfokuskan dirinya untuk pemberdayaan kesejahteraan desa di Kabupaten Blitar. Endang aktif berperan dalam kegiatan-kegiatan kemasyarakatan sebagai Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD) Ngaringan yang mewakili suara masyarakat dalam setiap proses pembuatan kebijakan desa.

Ia juga merupakan salah satu aktivis Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM Mandiri), dan mengetuai kelompok Simpan Pinjam Khusus Wanita yang bertujuan untuk memberdayakan wanita dalam perekonomian melalui program-program pelatihan keterampilan. Endang memiliki harapan besar untuk bisa memberdayakan wanita dalam berbagai aspek kehidupan. Di waktu santainya, Endang menghabiskan waktu untuk menekuni usaha jahitnya.

Well, di mata saya, sebetulnya beliau jauh lebih luar biasa dari apa yang tertulis di sana, tapi memang nggak gampang sih, mendeskripsikannya dalam seratus kata. Yah, apa pun itu, saya selalu bersyukur foto ibu saya pernah terpampang di website L’Oreal Paris Indonesia dan  profilnya dibaca banyak orang untuk di-vote.

Proses voting dari pengguna internet ini akan diakumulasikan hasilnya dengan penilaian profil dari tim juri. Sekama sepuluh hari masa voting, saya juga sangat bersyukur dengan bantuan teman-teman saya yang setiap hari rela menghabiskan beberapa menit mereka untuk memberi vote. Makasih, gaeeess… Aku terharu. Haha.

FYI, sampai hari terakhir masa voting, ibu saya mendapat lebih dari 1600 vote—angka yang luar biasa untuk ukuran orang yang nggak “mainan” internet seperti beliau.

Last, saya ucapkan selamat untuk Ibu Valencia Mieke Rhanda, Ibu Lisa Virgiano, dan Kak Megarini Puspasari serta Kak Dian Karraen untuk kemenangannya di kontes ini. Selamat juga untuk para finalis lain, Anda semua luar biasa! Selamat juga untuk semua wanita yang dinominasikan di kontes ini. Anda adalah inspirasi bagi ribuan orang di luar sana.

Dan terima kasih juga untuk L’Oreal Paris Indonesia. Dari ajang ini, meskipun ibu saya nggak menang—dan nggak jadi diwawancarai oleh Dian Sastro—saya jadi menyadari bahwa semua orang—semua wanita khususnya—punya caranya sendiri-sendiri untuk menorehkan prestasi.

Tampilan profil ibu saya di Women of Worth. :)

Komentar

  1. Subhanallah... Ini keren banget kak! Karena setiap Ibu adalah pemenang :)
    Oh iya, salam kenal dan izin follow yaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, setiap ibu adalah pemenang. Mereka pahlawan--berjasa dengan caranya masing-masing, ya kan? Btw, makasih banget lho ya udah sudi baca...
      Wuah, mau follow? Silakan... silakan...
      Thanks again. :)

      Hapus
  2. mantap :D
    selamat buat ibunya ^^
    selamat menjadi yang berbahagia

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih ya... Kamu juga, selamat berbahagia. :D

      Hapus

Posting Komentar