[Review] Sunrise for Shaila – Erie Khassandra



Judul : Sunrise for Shaila
Penulis : Erie Khassandra
Penerbit : DIVA Press
Tahun terbit : 2013 (Oktober)
Tebal buku : 235 halaman
Blurb :
Cinta pertama mengajarkan kedewasaan.
Dan, cinta terakhir menyempurnakannya.

Antara cita-cita dan cinta, Shaila memilih cita-cita. Bahkan, bukan hanya harga diri yang ia gadaikan demi mewujudkan cita-citanya menjadi dokter, tetapi juga cinta. Ia rela dinikahi siri oleh Pak Rudi, meski tanpa cinta.
Ketika istri Pak Rudi mengetahui suaminya telah menikah siri dengan wanita lain, is mulai mengancam Shaila. Hingga pernikahan Pak Rudi dan Shaila berujung pada perceraian. Saat itulah, Arez—pemuda yang mencintai Shaila—kembali mendekati. Namun, Shaila menolak. Ia merasa tak pantas untuk Arez. Dan, Arez pun menikah dengan wanita lain.
Karier Shaila terus melejit sebagai seorang dokter anak. Meski ia tak tahu ke mana hatinya akan berlabuh suatu saat. Jauh di lubuk hatinya, Shaila mendamba cinta. Sebuah cinta yang menghangatkan hatinya bak matahari di pagi yang cerah.
Pasang surut kehidupan Shaila menjadi kejutan tersendiri dalam novel manis ini. Menyampaikan pesan sederhana, namun mengena, bahwa hidup adalah perjuangan. Baca dan resapi, Anda akan terinspirasi oleh pengorbanan Shaila.
Selamat membaca!
***
Novel kece ini mengambil tokoh seorang “ayam kampus”, guys. Sudah pernah mendengar istilah ayam kampus kan? Iya, ayam kampus! Tapi ini bukan ayam goreng yang dijual di kantin kampus loh ya… Sama sekali bukan.
Ayam kampus adalah suatu istilah yang merujuk pada mahasiswi-mahasiswi yang punya “pekerjaan sambilan” di luaran. Yah, you know lah pekerjaan apa yang saya maksud. Intinya, pekerjaan yang—menurut bangsa Indonesia--nggak bener alias melanggar nilai-nilai moral. Silakan tanya ortu deh kalau masih nggak paham. Fiuh…
Bukannya apa-apa sih, saya pikir perlu membeberkan definisinya dulu karena ternyata masih ada anak kuliahan yang belum ngerti apa itu ayam kampus. Iya, banyak yang belum ngerti, teman-teman kuliah saya contohnya. Hahaha… *kalian memang masih polos, Nak
Oke, kembali ke novel karya kakak calon dokter gigi ini ya.
Karena sinopsisnya udah jelas banget tertulis di sampul belakang, jadi saya langsung ulas blablabla-nya.
Pertama, konfliknya keren! Di novel ini diceritakan bahwa si A begini, lalu begini, lalu begitu, punya teman si B, kenal si C, kena masalah D, lalu des des set set wet (ini bukan kampanye) ternyata begini dan begitu. Ehm, gimana ya ngomongnya… Pokoknya konflik yang dibangun di novel ini bener-bener rumit. Setelah baca, saya yakin kalian langsung bisa menyimpulkan bahwa alur novel ini jelas nggak dibuat dalam waktu singkat.
Satu poin buat Kak Erika—eh—Kak Erie Khassandra!
Selain itu, novel ini enak dibaca. Meskipun konfliknya kompleks dan ber-setting dunia kedokteran, kita nggak perlu kerut dahi untuk ngerti. Malahan sense kedokterannya itu memberi suasana yang beda dari novel-novel lain. Bahasanya juga ringan dan nggak menye-menye. Di setiap awal bab, diberi keterangan lokasi dan waktu, jadi kita nggak bingung meskipun alur ceritanya campuran alur maju dan flashback.
Masalahnya, ada beberapa bagian yang menurut saya terlalu terburu-buru. Ambil contoh, pertentangan batin Shaila sebelum memutuskan menjadi ayam kampus. Dari pemahaman saya sebelumnya, Shaila diceritakan sebagai seorang yang sederhana dan baik hati, sehingga (seharusnya) ketika dia akan memilih jalan itu, dia mengalami konflik batin yang sangat membingungkan—antara mengorbankan harga diri atau mengubur cita-cita. Nah, kegalauan batin ini yang menurut saya kurang dieksplor.
Satu hal lagi yang mengganggu, mulai halaman 225 sampai 228 semua tanda petik hanya tampil sebagai simbol kotak-kotak—semacam simbol di hape yang nggak bisa membaca huruf Arab itu loh. Meskipun sepele, jadi agak gimanaaa gitu. Entah ini kesalahan di mananya saya juga kurang tahu.
Overall, novel karya Kak calon-dokter-gigi ini inspiratif banget. Sesuai sama yang ada di back cover dan tagline, novel ini bikin kita ngerti bahwa hidup adalah perjuangan, sebab hidup selalu menyediakan pilihan…
Keren dan recommended!

Komentar

Posting Komentar