[Review] "Eiffel, Tolong!" – Clio Freya

Sebenernya udah telat banget untuk nge-review novel kece ini, tapi karena novel ketiga lanjutannya akan terbit sebentar lagi, dan novel “Eiffel, Tolong!” akan dicetak ulang, jadi saya pikir nggak ada salahnya berbagi cerita buat kamu-kamu yang belum sempat terbuai oleh pesonanya. #halah
Kayak gIni covernya...

Judul Eiffel, Tolong!  
No. ISBN 9789792243772 
Penulis Clio Freya 
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Tanggal terbit Maret - 2009 
Jumlah Halaman 352 
Berat Buku -
Jenis Cover Soft Cover 
Dimensi(L x P) 135x200mm
Kategori Teenlit 















Sinopsis :
Fay Regina Wiranata—siswi kelas 2 SMA di Jakarta—belum sempat menikmati liburannya di Paris ketika tiba-tiba ia diculik oleh beberapa pria yang mengendarai limusin hitam. Ia dibawa ke sebuah tempat di mana seorang pria bernama Andrew McGallaghan telah menunggu. Andrew merupakan seorang konglomerat yang memiliki sebuah badan rahasia bernama COU dengan kemampuan operasi setara badan intelijen negara maju. Pria itu meminta Fay berperan sebagai seorang gadis Malaysia bernama Seena untuk menyusup ke rumah salah seorang saingan bisnisnya.
Tidak punya daya untuk menolak, Fay dengan terpaksa menuruti perintah Andrew. Demi suksesnya peran menjadi Seena, setiap hari ia berlatih di bawah ancaman kekerasaan selayaknya agen badan intelijen betulan. Namun, di tengah kesengsaraan Fay menjalani latihan, muncul seorang pemuda asal Inggris bernama Kent—keponakan Andrew yang bertugas sebagai mentor—yang akhirnya membuat Fay  merasakan sekilas summer love. Sedangkan di tempat kursus bahasa Prancis-nya, Fay bertemu dengan seorang pemuda bernama Reno yang begitu melindunginya seperti seorang kakak. Sayangnya secara terang-terangan Reno menentang hubungan Fay dan Kent—dengan alasan tertentu yang ia sembunyikan, tetapi Fay tidak tahu.
Saat hari memerankan Seena sudah tiba, Fay hampir berhasil melaksanakan tugasnya dengan baik, namun… *ah silakan baca sendiri ya :p
Meskipun pada awalnya sikap Kent sangat tidak bersahabat, ternyata cinta Fay tidak bertepuk sebelah tangan. Sayangnya, Andrew tidak menghendaki hal itu terjadi. Ia berusaha memisahkan Kent dan Fay dengan membuat Kent meninggalkan Fay begitu saja. Fay yang tidak tahu apa-apa, akhirnya pulang kembali ke Indonesia membawa kecewa.
***
Review :
Satu kata dari saya untuk novel ini: SUPERKEREN!
Well, ini bukan basa-basi karena memang begitulah adanya. Terlepas dari ketertarikan saya terhadap Prancis, novel pertama Clio ini begitu memukau saya dengan jalan ceritanya yang penuh kejutan.
Novel ini bukan novel teenlit biasa! Bersiaplah untuk terseret ke dalam aksi laga dan kehidupan ala intelijen yang menegangkan. Eits, jangan terburu-buru menyimpulkan bahwa ini novel bergenre murni action! Sekali lagi saya katakan, ini novel teenlit tetapi bukan teenlit biasa! Novel ini berbalur bumbu cinta yang istimewa. Ada bagian romantisnya, ada bagian yang mengharukan, dan yang paling saya suka yaitu bagian ketika Kent—si tokoh idaman—terjebak dalam kebimbangan hati demi menyelamatkan hidup Fay.
Emosi saya dibuat campur aduk sedemikian rupa—ada tegangnya, ada romantisnya, ada mengerikan, blablabla. Komplit bingit! Adegan demi adegan pun digambarkan begitu rinci, sampai-sampai saya seakan bisa membayangkan apa yang terjadi.
Yang paling saya suka dari novel ini adalah penggambaran karakter dan settingnya.
Deskripsi tempat dan suasananya mengagumkan sampai saya pernah berpikir jangan-jangan Kak Clio Freya ini pernah mengalami kejadian seperti Fay. Ah, sudahlah. Saya sudah janji pada diri sendiri untuk tidak asal saja berasumsi, hehehe.
Karakter tokoh terasa hidup sekali, seolah-olah mereka benar-benar ada di dunia nyata dan suatu hari saya akan berkesempatan bertemu entah di belahan bumi mana. Tokoh Fay begitu natural, sesuai sekali dengan perannya sebagai anak kelas dua SMA. Ucapan-ucapannya, cara berpikirnya, gerutuan-gerutuannya tidak muluk-muluk. Entah saya harus gimana ngomongnya, yang jelas karakternya sangat nyata!
Perubahan karakter Kent juga bisa saya terima tanpa penolakan sedikit pun dari logika saya. Tentu saja, karena perubahan itu disertai alasan dan latar belakang yang logis. Jadi, tidak ada masalah.
Sama sekali tidak ada masalah!
Karakter tokoh-tokoh lain? Wah, jangan ditanya. Semua luar biasa. I think there’s no part that must be criticized.
Singkat kata, ini novel teenlit terbaik yang pernah saya baca!

Komentar